Blog

Blog EntryMas Barrack, oh mas Barrack Sep 2, '08 10:09 AM
for everyone
Iya saya cetek. Yang saya suka dari Barrack Obama adalah his well-cut pantaloons and yang ini nih, check this out. Aduh coba saya menggantikan mba Ellen Degeneres.

Back to the celana panjang; ternyata tukang jahit utk pidato acceptancenya minggu lalu di Denver adalah Hartmarx, yang adalah perusahan terbuka. Halo Brutus? Akun? (lho kok jadi kebulak-balik dengan resto makanan China di dekat kantor).

Oh ya, ukuran celana pak Barrack adalah 33 - 40. Yuuk, mari.


Blog EntryMasih adakah hasratmu mencintaiku lagiAug 25, '08 11:24 AM
for everyone
Nda, nda, ini bukan frase begging saya ke hubby *hmm, apa jangan-jangan iya? ehheeh

Dua minggu ini entah kenapa saya jadi pelompat mal, dari satu mal ke mal lain. Sabtu kemarin saya ke Grand Indonesia karena playdatenya siMako akan manggung main electone dengan grup dari sekolah musiknya Kawai.

Ini kali kedua saya ke mal yang berhasil membuat Hotel Indonesia semakin membisu. Waktu pertama kali berkunjung terus terang saya nggak terlallu merhatiin kiri kanan karena sedang mengejar sesuatu. Tetapi weekend kemarin saya banyak waktu leyeh-leyeh karena siMako mencueki saya begitu sibuknya ia mengejar-ngejar playdatenya yang tak lain tak bukan sebetulnya adalah kakak sepupu jauhnya, Kim. Jadi setelah dikomplain teman kantor karena ngesms mulu akhirnya saya nggak ada kerjaan lain cuma bisa mengamati kiri kanan dan sumpeh gila ini tempat kok mewah banget ya. Ada air mancur jam2an warna warni meliak meliuk segala sesuai dengan hentakan lagu New York New York. Saya pikir ade ape Kebun Kacang  jadi maksa ber Apel Besar gini? Pas menengadah ke langit-langit yang tingginya seadanya itu, woo, tergambar skylinenya dengan Times Square. Lalu apa siMako tertarik? Ya jelas nggak dong walaupun ibunya sudah berusaha menggeret berkali-kali dari balon perosotan just sit down and enjoy the colorful fountain. Eh eh, nggak lho? Dia tetap loncat-loncit sana sini. Haha.

Sabtu kemarin si Kim bersama teman-teman sekolah musiknya dapat slot di sebuah acara khusus anak. Kim main electone, temannya main biola. Ada pula yang nyanyi solo. Nah yang nyanyi ini yang bikin masalah sama saya. Anak tanggung euy, paling juga umurnya berapa nggak sampai sebelasan lah. Dia menyanyi dengan sistem playback. Awalnya saya kagum, wee, suara altonya kereeen, kereeen.... Karena menyanyinya agak kecincalora-loraan saya kurang menangkap lirik sesungguhnya, sampai kemudian ketika dia agak cressendo *halaaagh kok cressendo, saya mendengarnya berkata-kata MASIHKAH ADA HASRATMU MENCINTAIKU LAGI. Trus sangking nggak percayanya dengan telinga ini, saya pandang dong wajahnya, whoeeee merem melek gitu? Ya ampun. Dengan nggak pentingya panik lah saya bertanya-tanya siapa gerangan, siapa gerangan, ada apa gerangan?????? Harusnya saya curiga dari awal karena dari bait pertama pun si alto ini sebetulnya sudah punya kecenderungan mendesah-desah. Haduh. Di balik mascaranya yang tebal dan sepatu tingginya itu wajahnya masih anak kecil, pipi bayinya pun masih belum kempis.

Kaaak?? itu lagu apa?? Ehe, ehe. (Mamanya Kim) Ehe ehe, Kris DayantI? Nda tau juga?
Kok boleeeeh??? Lha ini bukannya acara majalah Parents? Memangnya nggak ada lagu anak kecil? Kim nanti main apa? Apa judul lagu Kim? *rrr (cengengesan tapi memandang memelas ke arah ibunya yang kemudian sedikit membela) Ya nggak mungkin lha ya Balonku Ada Lima; kurang complicated. Kim nanti main lagunya Drive. Drive itu apa? Ya, Drive gitu deh. Apa judulnya. Bersama Bintang.

Saya pikir, hmmm hmm cukup aman tampaknya. Tapi teuteup dong, mana aku lihat buku note mu? Ada liriknya nggak? *hmmm hmmm. What? What? What????

*si Kim tahun ini memang sudah kelas satu SMP; tetapi dia sebetulnya tidak early aging seperti si anak karbit yang belum apa-apa sudah pintar mendesah itu. siKim masih berplay date ria dengan siMako dan suka baca komik ben ten bareng *haduuh mo pingsaaaaaaaaaaaaaan membayangkan si Kim bersama bintang untuk urusan beginian.

Senja kini berganti malam,
menutup hati yang lelah
Dimanakah engkau berada,
aku tak tahu dimana

Pernah kita lalui se-mua,
jerit tangis canda tawa
Kini hanya untaian kata,
hanya itulah yang aku punya

[Reff:]
Tidurlah, selamat malam,
lupakan saja lah aku
Mimpilah, dalam tidur mu,
bersama bintang

Sesungguhnya aku tak bisa,
jalani waktu tanpamu
Perpisahan bukan lah duka,
meski harus menyisakan luka

[Reff]

[Interlude]

[Reff]

Lupakan, diri ku,
lupakan aku
Mimpilah, dalam tidur mu,
bersama bintang


Blog EntryFirst media sucks, not sluuurrrps at allAug 22, '08 12:51 PM
for everyone
Yoi!!!!! Channel hilang dari jam empat kata mbaTi tapi saya baru boleh minta reduksi 1X24 jam setelah lapor yang barusan saja saya lakukan sewaktu mendapati tv kaput. Internet mate! M**pus. Petugas baru bisa datang ngecek tanggal 24.


Lha, kenapa harus tanggal 24? Kenapa nggak sebelumnya, Pak?

Soalnya giniiii.... *ga resmi banget si ni orang

Lha kok bisa?? Gimana sih pelayanan Anda??

Soalnya, soalnya lailaliaa.

Lha, ya udah saya minta reduksi.

Bisa, 1x24 jam setelah pelaporan, Bu.

Lha, 1x24 jam setelah jam 11? Kan matinya dari jam 4?

Nggak gitu, Bu. Ya bukannya saya nggak percaya Ibu, ya...

Muaksooooooooddddd???????

*sigh, ini saya rasa tanda-tanda jaman, setelah nonton wall-e dan sebagainya dan sebagainya. Besok berarti saya memang sudah layak dan sepantasnya meluangkan wiken dengan siMako.

No me time! Pliz deee. Hmm, besok ngapain ya?? Aaaah, saya tahu, semalam saya baru dapat note dari mba Ira tetangga kami a.k.a guru piano yang berbaik hati menyelipkan siMako dalam daftar muridnya. Kata Ira, jari-jari siMako masih 'terbang di atas tuts'. Hmmm hmmmm, biarpun saya drop out les piano karena pemalas dan suka bolos, saya masih paham 'right hand!!! EEFGGFED CCDEEDD left hand!!!! EEFGGFEDCCDEDCC.

Paling siMako protes, 'Aaaaah mama, lebih asyik Tante Iraaaaaa!!!'

Hhh, firsmedia, urusan kita belum selesaaaii!!!

Blog EntryBerenang berening, salah, yang betul begini Aug 18, '08 9:55 AM
for everyone
D'oooh segitunya yang liburan nggak kemana-mana. Hari ini rencana kami adalah marlange (bahasa bataknya berenang). Kali ini bertiga, tapi teuteup, nggak pake hubby. Ya gitu kali ya perasaan hubby waktu saya tinggal beberapa minggu dan terpaksa berduaan aja dengan siMako berwiken ria. Hari ini siToge mesti ketemu sama food stylistnya untuk persiapan bikin iklan besok. Katanya, yiuk :)

Seperti biasa siMako sudah siap-siap pakai baju *pakai mandi pula, padahal ngapain juga kan namanya juga berenang. Yang penting sarapan pagi minum susu de el el lalu gosok gigi. Si hubby dari pagi sudah berisik jangan sampai saya berdua saja, sebaiknya bawa Mba Ti. Hm hm, usulan yang menggoda juga. Mumpung tinggal di Jakarta n jalan-jalan bawa Mba tidak tampak aneh, paling nggak Mba Ti bisa bantuin ngeliatin siMako yang pergerakannya masih gila-gilaan. Okay dey, si Mba Ti juga kebetulan semangat dan pergilah kami bertiga.

Pas saya lagi di kamar mandi beres2, siMako ngasih tahu kalau saya dapat telepon. Whoah, again n again; si calon klien nelpon. Ngobrol ngibril; saya nggak bisa banyak ngomong karena belum lihat berita. Akhirnya saya janji telepon balik setelah halo-halo dengan teman-teman. Si calon klien ngusulin telecon agak siangan. Huaks, mampus, gw kan jam segitu pas lagi gaya katak. Untung belakangan saya lega karena ada yang bersedia available kalo memang harus telecon. Kebetulan Arief berencana ke kantor untuk urusan lain, jadi otw ke sana dia bisa belanja koran karena langganan kami hari ini gak ngedrop koran n majalah berhubung kantor tutup. Yiuuuk. Mariii....  Untung meringankan pekerjaan anak bupati itu - hmmm hmmm, babenya Arief udah menang jadi bupati belum? -  saya ngintip online juga. Ternyata sepi belaka. Untung, untung banget bagi seorang yang kepingin liburan seperti saya. Maap ye nggak profesional. To make it short, saya bisa tetep dengan rencana saya berenang. Hore, hore!

Tetapi kan, saudara-saudara sekalian yang terkasih, proses itu semua memakan waktu lumayan lama. Nggak berasa ternyata jam sudah menunjukkan angka 11. Terik pula. Rasanya kepingin gagal renang, tetapi melihat muka siMako kok ya nggak tega. Dari tadi pun dia bolak-balik mengintip saya yang scroll up scroll down di depan layar kompi sambil bertanya bolak-balik tanpa unsur ngedumel, "Mama kerja lagi? Masih lama? Kita berenang kan?"

Sepanjang perjalanan saya terus mengamati si langit, yang kok yaaa nggak mendung-mendung. Haduh, muatieeek. Sedangkan saya nggak sanggup mikir ide hebat kemana mencari tempat berenang indoor yang nggak mesti mensyaratkan membership.  Akhirnya kami tetap memutuskan ke Cilandak dengan singgah bentar di Kari Umbi Panglima Polim, makan krupuk pake nasi timbel n ayam penyet pelaaan - pelaaaaaaannnn. Eheh, seneng deh siMako mau makan labu rebus padahal awalnya keukeuh banget nggak mau nyentuh sayur :)

Setelah lewat jam 12 barulah kami bergerak kembali dan tiba di kolam menjelang jam 1. Langit masih terang benderang seperti stadiun olimpiade full lampu, walaupun lama-lama sang surya bersahabat juga. Haduuuh, semoga aman, semoga aman untuk kulit kami. Sini nak, saya pakaikan sunblock setebal-tebalnya untuk menutupi rasa bersalah jam segini ngajak anak kecil berenang.

Acara berenang kami okay juga tanpa gangguan telecon seperti yang dikhawatirkan. Sepanjang dari jam 1an sampai jam 3 tentu saja berkali-kali si ibu melipir meneduh dengan alasan mau ngecek email atau sms. Padahal, sumpe, saya males banget tanned ala cilandak nggak jelas gini *setelah gagal berpantai ria. Tapi tentu usaha itu sia-sia dong ah karena siMako dengan gaya sok pelatih neriakin saya terus ngajak berenang sambil kritik sana sini tentang cara bernafas segala lah harus begini dan begitu. Ujung-ujungnya dia mengajak tanding. Ya iyalah dia menang terus setiap habis get set go, saya heboh berkatak ria, kok ya dia dengan santainya melipir ke pinggir terus naik lari dan nyebur lagi di garis finis. Curang benerrr..

Ah senangnya bisa berhaha-hehe dengan dia sepanjang jalan n di kolam renang. Yah, adalah sedikit drama sana sini terutama pas terkait dengan makan sayur dan sekitarnya. Hari yang indah ini tentu saja ditutup dengan sangat elegan, yaitu nguprek dvd di Ratu Plaza dan berhasil dapat film bagus dari libanon judulnya Caramel * ehm, mis, gw beli private practice n house season 4b; gak sabar nunggu elu. Di mall yang dua puluh tahun lalu jadi mal sendirian saja itu, nggak ada hujan nggak ada angin, saya window shopping furni, tentu saja abis itu ngomel-ngomel ke Mba Ti buset, ni orang2 pada bercanda masang harga ya masak harga satu kursi makan bersaing dengan mejanya, geblek. Lastly, semangkuk besar ice cream vanilla di resto lantai dasar, buset tapi dalam hal ini buset nya sangat positif karena si ice cream 20rb itu berporsi besar *penting buta saya, dan asli, asli enak nak manisnya pas. Sepiring jamur goreng tepung juga berhasil membuat Mba Ti langsung penasaran nanya resepnya ke monsieur chef a.k.a. si hubby sepulang ke rumah.

Hokey, saya siap kerja besok :)

Blog EntryJangan bohong sama anak kecil, plis deh Aug 17, '08 12:40 PM
for everyone
Siang kemarin saya dan siMako lagi-lagi berduaan saja menghabiskan hari Sabtu. Hubby melipir lagi. Dari sehari sebelumnya saya janji akan mengajak si kecil nonton Wall-E. Sempat pula saya agak ketar-ketir membayangkan akan membatalkan kencan nonton karena malam sebelumnya dalam telecon dengan calon klien kami membicarakan kemungkinan untuk bekerja Sabtu tengah hari. Tetapi sepagian saya cuma sekali ngobrol di telepon dan sms. Si calon bilang kalaupun butuh, paling-paling akan mengabari kami sore hari. Kalaupun tidak ada kegiatan, yaaa mungkin Senin, lah. Yuuk, sapa takut.

Sementara itu siMako sudah gelisah keringatan lagi bolak-balik bertanya kepada ibunya kapan, jadikah menonton. Akhirnya terpaksalah saya merevisi dari menonton jam 12 ke jam 14 saja, karena saya harus menunggu klipingan dari Syam untuk saya baca dan summary sebelum saya kabarkan ke si klien yang juga lagi ngendon di rumahnya.

Setelah mengirimkan sms ke teman-teman bahwa saya akan menghilang dari radar selama satu dua jam, pergilah kami berdua ke OPP. Semakin bulat tekad saya nggak nonton di XXI karena tobski meYMkan desas-desus kalau di bioskop itu film yang saya incar didub.Yah, bukannya saya nggak cinta Indonesia apalagi hari ini Hari Kemerdekaan bukan? Tapi kok rasanya gak sreg saya membayangkan cemprengnya si Wall-E diganti dengan suara Mas Agus atau Bang Budhi? Anywwwweeeeiii...

Akhirnya kami menonton pertunjukkan jam 4.30. Pas ngantri di depan loket, saya nggak sadar di belakang saya sudah berdiri seorang teman yang selama 12 tahun tidak bersua wajah, paling-paling saya halo2an dengannya di fesbuk. Celotah celoteh ha haha sebentar, si mas Indra ini - he namanya sama dengan bapak gw tapi kurang e - menceritakan akan nonton film incaran anak saya The Dark Night. Sudah beberapa minggu ini kami berdebat dengan si kecil betapa tidak pasnya nonton Batman karena ina ini ina itu. Jadi saya langsung bilang ke si teman lama, psst psst, keep it low, keep it low. He's been into it so much. Si teman itu pun manggut -manggut sambil bisik-bisik turut menyatakan setuju betapa nggak pasnya si TK B saya menonton heronya itu. Nah yang nggak disangka adalah terjadi percakapan antara anak saya dan dia. Waaak waaauw....

siMako: om mau nonton apa?
siTeman: *dengan mantap Wall-E 
siMako: Mako juga
siTeman: hehehehe

Laah, si ibu bengong nggak menyangka begitu kreatifnya si om ini mengarang bebas. Kaget juga sih. Ya sud, kemudian nyambung ngobrol sebentar sampai tiba giliran bagi kami masing-masing untuk membayar. Setelah selesai membayar, dia pun pamit meninggalkan kami. Tinggal kami berdua. Belum selesai berbenah-benah memasukkan karcis yang baru saya beli ke dalam dompet, siMako mencolek-colek saya sambil nyeletuk yang tentu nggak pelan dong, "Loh, si om itu ngga nonton Wall-E, Mama? Kok dia nonton the  Dark Night, dia nonton Batman, mamaaaaa. Kenapa begitu?? Dia bilang mau nonton Wall-E."

Hmmm, yang kayak gini.... ya terpaksalah si ibu berkreatif ria, yaaaaa mungkiin dia berubah pikiraaaaannnn, yuk, kita beli pop corn??

*image from gettyimages

Blog EntrySurat hilang, buldoser dan miras oh miras Aug 14, '08 7:14 AM
for everyone
Siang tadi setelah menguras makanan haram di Wijaya, bersama dua rekan termasuk TS  saya singgah ke PolRes Metro Jaksel mengurus surat kehilangan. Minggu lalu TS kehilangan modem IM2, external hard drive, ya dan tentu saja laptop di Ritz Carlton minggu lalu.

Saya? Saya sih cuma kehilangan kartu ATM *rrr dua tahun yang lalu. Kejadiannya kalau nggak salah setelah mengambil uang di kampus Binus Senayan, saya lupa mengambil kartu itu. Baru sadar setelah jalan, malas memutar balik, saya memilih untuk menelepon BCA dan memblokir kartu tersebut. Pikir2, hmm, mungkin hikmahnya ada, supaya nggak sering-sering narik.

Belakangan ternyata BCA mensyaratkan saya memperlihatkan kartu ATM waktu menarik uang dari teller. Waktu saya bilang, gimana kalau saya transfer aja ke rekening saya yang lain, gimana kalau saya tutup buku, kesel nih sama BCA. Dengan kalem si teller bilang, ya ibu balikin dong ah kartu ATM  kami. Haduh. Mau nggak mau saya nggak bisa menghindari pengurusan surat hilang itu.

Bukannya saya merasa bersukur atas kemalangan TS yang kehilangan
barang-barang itu di atas dengan segala yang tersimpan di dalamnya. Kebayang, Tet, kebayaang... Tetapi dengan begitu, berarti saya sekarang punya teman untuk jalan-jalan ka kantor polisi. Selama ini saya rasanya maleeees sekali ngebayangin terulangnya kejadian saya sudah cape2 panjang lebar bercerita mengenai kronologi kejadian. Eh, ternyata si petugas yang sama, yang tampak sangat menyimak itu kembali meminta mengulang lagi berdasarkan urutan isian yang harus ia ketik. Pakai mesin tik pula tek tek tek tik tik tik.

Ya sudah, berbondong-bondong lah kami ke sana siang tadi. Namanya juga kantor polis, kejadian lucu sih pasti ada walaupun nggak sampai melihat tahanan selebriti atau koruptor selebriti pakai baju seragam baru. Pertama kali yang menarik perhatian saya adalah buldozer yang sudah nangrking di lapangan parkir. Rupanya mau siap-siap acara photo opportunity penggilasan ratusan botol minuman keras yang sudah siap digelar di atas tikar, lengkap dengan tenda dan barisan kursi termasuk sofa untuk para petinggi. Saya pikir, buset, hari gini kok masih aja ya orang-orang humas polisi gak kreatif bikin berita buat media.

Kalau pertanyaan-pertanyaan aneh selama proses pembuatan surat, yah sutralah, what do you expect mereka dengan pertanyaan-pertanyaan out of topic yang kalau dihitung-hitung suka nggak tepat pada tempatnya dan menjurus harassing, seperti waktu si bapak itu sok kaget waktu saya bilang anak saya berusia lima tahun, bukannya 17 tahun seperti tebakan dia. Harrrruuuuuuuuuuuus gitu nebak-nebak family tree saya? Untung kami bawa Agnes yang mengingatkan untuk jangan macam-macam sok protes segala selama surat hilang dengan cap resmi ada di tangan. Waktu dia protes kenapa nggak bisa nunggu di mobil saja, dengan kalem saya bilang, "Lu kan psikolog bisa menenangkan gw  kalau kepancing kepingin tampar." Yiukk...

Dan sekarang surat hilang sudah di tangan. Tinggal mengurus ke bank, whoaaah, kira-kira kapan ya saya bisa menyempatkan ke sana. Dudududud.....


Blog EntryWish list Aug 12, '08 12:40 PM
for everyone
Mini vacation?

Akhir minggu kemarin saya tergelitik dengan "status bb messenger" milik "trip mate" saya Juni lalu yang cukup menggoda (yg menggoda itu statusnya). Saya pikir, hari gini bisa menghilang dan tiba-tiba terdampar di sebuah tempat yang nampaknya nggilani sekali. Nggak tahan saya bertanya kepadanya karena tidak pernah mendengar nama tempat tersebut.

Lalu beberapa jam kemudian di fesbuk muncullah foto-foto dengan tampangnya yang sangat damai *hiperbol, hiperbol. Dengan paksa saya meminta ijin ybs untuk menggrab imej2 tersebut dan menumpang memajang di halaman saya sambil komat-kamit "mini trip, mini trip" 177 kali.

Hayooo, coba  tebak di mana??? Hayoooo??????



*courtesy of RS n a photo owner at flickr

Nggak sih, sampai jam bahkan detik ini sama sekali nggak membayangkan bisa menghilang dari Jakarta untuk memanfaatkan liburan sampai Senin 18 Agustus nanti. Tadi sore sempat sih ibu digital mengkritik sewaktu memergoki saya so excited sampai sempat-sempatnya ngirim sebaris pertanyaan ke sebuah alamat email yang muncul di Web site temuan saya padahal jelas-jelas dia sudah di samping meja saya menunggu berangkat :)  *hihihi... nggak, nggak bu, saya nggak akan membuat rencana terburu-buru kok. You know me lah, pasti saya akan melakukan riset perlahan-lahan sebelum mempresentasikan ke orang rumah. Sejauh ini sih saya baru menemukan dua review tentang objek pariwisata ini dari para "city slickers" yang tiada bukan si mas "trip mate" dan seseorang kenalan lagi. Saya akan bertanya kepada pihak-pihak lain ....

Hwell, wish list bertambah setelah
  • wisata kuliner ke Padang, Bukit Tinggi (thanks to provokasi HW atas wisata kulinernya baru-baru ini)
  • lalu ke pulau apa gerangan, Day? yang waktu itu dirimu sebutkan di Sumatera Barat sana?
  • Bromo

Mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break, mini break....

Blog EntryBombardir email Aug 12, '08 11:41 AM
for everyone

Suatu Senin, setelah kenyang menyantap pesanan sate Mak Syukur di cafe kantor sambil memandangi gedung PLN di seberang jalan, saya balik ke meja. Weh, nggak sampai satu jam saya mulai menerima serial email. lsinya link2 hasil temuannya di youtube. Siapa lagi kalau bukan dari si supplier bedak padat. Rupanya ini dalam rangka menyambung pembahasan wiken kemarin seputar salah satu film tv favorit saya si dokter nyeleneh tapi kok ya bikin saya naksir setengah mati itu.

Lah heran, padahal pas makan siang bareng  dia cuma cengegesan minta maaf kelupaan membawa sambungan dvd  dr  House yang  dia janjiin itu.

From: si orang penting 
Sent: Monday, August 11, 2008 2:15 PM
To: saya si nggak penting
Subject: wilson loves amber

Maap gue bombardier, soalnya banyak juga orang iseng bikin beginian….

Gila godaan beraaaaaaaaat, pakai acara mengibarkan bendera teaser "ihiks, gw aja mau nangis." Duh, duh ni oraang, tampaknya bener2 on top of the world jadi nggak ngerti perasaan saya yang hari-hari belakangan ini sedang ngos2an.

From: saya
Sent: Monday, August 11, 2008 2:25 PM
To: dia
Subject: RE: wilson loves amber

iyah

Untung akhirnya serangan itu stop juga. Dan saya? Ya akhirnya sebelum ngepost blog kali ini sempat mengintip salah satu link yang ia kirimkan. *halaagh, iseng bener orang yang membuat video itu.


Blog EntrySoal konsep kematian dan binatang peliharaan Aug 8, '08 10:33 AM
for everyone
Kematian adalah topik yang cukup membuat saya kebat-kebit karena keraguan saya apakah bakalan siap apabila si kecil menanyakan suatu hari. Secara teori cukup lah saya mengerti, karena sudah lumayan mengumpulkan referensi dari berbagai sumber. Tetapi supaya bisa menyampaikan dengan tepat dan nggak misleading, saya kan perlu latihan. Nah masalahnya saya males bener latihan soal beginian.

Belakangan saya merasa aman-aman saja karena beberapa kali mengalami meninggalnya beberapa kerabat yang walaupun tidak terlalu dekat tetapi dikenal oleh siMako. Termasuk di antaranya adalah seorang kerabat berusia akhir 40an. Waktu dia sempat bertanya pun tampaknya fasih-fasih saja dengan kata meninggal sehingga tidak mengejar lebih jauh lagi. Hanya sekedar, "Paman J sudah meninggal ya? Kenapa dia meninggal? Kan belum tua seperti Nenek M yang waktu itu?" Ya pokoknya segala sesuatu lancar-lancar saja dan saya merasa nggak perlu berinisiatif membahas konsep kematian endeswei endeswei. Saya pikir, tunggu saja dia bertanya baru deh nanti mikir.

Kemarin malam waktu pulang dan si kecil tidur, mb Ti cerita mengenai insiden siang hari sewaktu siMako pulang sekolah dan mendapati "pet" sudah tidak bernyawa di garasi akibat tabrak lari alias tergilas pengemudi mobil ayah saya yang nggak sadar juga akan tindakannya. Selama beberapa hari ini siMako jadi ayah angkat satu dua bayi kucing yang ditinggalkan ibunya di halaman kami. Dia cukup rajin memberi makan anak-anak kucing itu sambil berharap proposal dia untuk asli menjadi pemelihara kucing akan dikabulkan si Ibu yang baru mementahkan rengekannya untuk mengadopsi anjing dachsund milik Chorie teman kantor saya (ah si Chorie jadi maksa menyimpan Leo di apartemennya padahal jelas-jelas dilarang, maaf ya Chor, nggak enak sama mba Ti soalnya dia kan muslim, eh, nah elu?? hehe).

Lebih kasihan lagi, ternyata diskusi konsep kematian itu terjadi juga tanpa kehadiran saya sang Ibu, haduh sedih deh. Pelan-pelan saya menanyakan kepada Mba Ti gimana dia mencoba menghibur kesedihan dan menjawab pertanyaan-pertanyaannya seputar kenapa si Pet* (belum punya nama, hehe) ini meninggal (that's exactly the word my son used):

BT (mBa Ti): soalnya si Pet sudah pergi ke rumah Tuhan Yesus
siMako: pulang, nggak?
BT: nggak, Mako
siMako: *mulai nangis lagi - kenaaapaaa nggak pulaaang? Tom and Jerry pulang kalau habis kegilas
BT: Mako, itu kan film, kalo film kan pura-pura

Wah, saya cukup bangga dengan cara Mba Ti menjawab. Saya juga terharu dengan kesediaan dia mencoba mengadjust jawaban walaupun dia seorang Muslim. Tapi saya tetap sebaaaaaaaaaaaaal, soalnya ini kan sebetulnya momen yang saya tunggu-tunggu dengan siMako. Semakin sedih lagi ketika Mb Ti menyambung bahwa rupanya sewaktu siMako tidur siang, induk kucing memutuskan untuk memindahkan anaknya yang satu lagi. Si Kucing pikir rumah saya kurang aman untuk lingkungan anak kucing, hehe.

Ah, well.

Blog EntryMakasih lo, telkomsel Jul 19, '08 1:17 PM
for everyone
Wah hebat. Protes ke Telkomsel berguna juga.

Beberapa waktu lalu saya terkaget-kaget melihat tagihan telepon saya karena tiba-tiba nambah Rp150 ribu untuk sebuah layanan yang baru saja saya gunakan hanya beberapa hari. Uh, nggak rela dong.

Manurut adik ipar yang kerja di operator telepon ini, seharusnya petugas grapari Telkomsel selalu memberikan wanti-wanti kepada pelanggan soal sistem perabonemen yang aneh ini.

Protes dong tante, karena sangat ingat sewaktu di Grapari Rawamangun, si petugas sama sekali tidak mengingatkan soal abonemen itu. Protes itu tentu disampaikan dengan sopan dan baik-baik, sambil menitip keheranan kenapa kok bisa-bisanya sistem Telkomsel yang harusnya canggih kok bisa-bisanya tidak sanggup mengenali pembayaran tagihan yang dilakukan setelah tenggat waktu sehingga menyusahkan pada waktu pembayaran berikutnya.

Eh, kemarin sewaktu mengecek tagihan terakhir, saya dikabari kalau Telkomsel mengembalikan Rp150rb. Wah, trims ya. Lumayan, bisa buat bela-beli yang lain.

Blog EntryKisah dari Bali Jul 14, '08 2:59 AM
for everyone
Belum banyak cerita yang bisa saya bagi tentang pelebon (acara ngaben khusus bagi kalangan raja),  setidak2nya saat ini karena masih heboh dengan printilan kerjaan.

Satu hal, seru juga merasakan kerja dengan berkebaya TANPA korset yang proper sebagaimana yang diajarkan oleh para ibu kami. Kain pun tidak perlu sampai mata kaki alias setengah tiang untuk memudahkan kami jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain termasuk naik turun tangga karena media center kami terletak di lantai dua. Nggak perlu pakai selop ala resepsi pernikahan. Sandal saja.

Tempat kerja kami terletak berdepan-depanan dengan warung kopi. Jadi kalau mau strategizing atau ngebitchying pihak luar yang berseliweran dengan baik dan benar, kami melipir ke Ary's Warung. Lalu di sana ngapain, duduk bengong sambil meluruskan kaki yang lumayan pegal melihat orang berlalu-lalang di trotoar. Sesekali teringat kalau ke situ untuk planning bukan bengonging. Kebayang lucu juga ya ibu2 riungan pakai kebaya minum cocktail hihi.

Kenapa pula mesti pakai kebaya? Soalnya sewaktu-waktu saya dan teman-teman bisa saja dapat panggilan ke puri (istana, ehm, palace - ehm we're dealing with the royal family lhoo) dari pak Tjok Kerthyasa. Beliau adalah pemimpin masyarakat Ubud hence considerd raja nan ganteng. *ihiks anak rajanya juga ganteng namun sangat conscious dengan kamera sehingga cerdas sekali alhasil kami para fotografer dadakan dan malu-malu nggak pernah berhasil mencuri-curi angle yang tepat untuk dipamerkan ke teman-teman di Jakarta. Mungkin ini karena dia fotografer kali ya? *halaagh gak penting sekali.

Hari pertama tiba di Ubud, kami langsung jalan kaki ke Pasar Ubud berburu kostum. Yep, nggak pakai angkot atau ojeg. Wong cuma beda satu blok. Cynthia yang menemani kami, kebetulan dia sudah beberapa hari lebih dulu di sini. Akibatnya sudah seperti orang Bali berkebaya terus.

Dengan kemampuan tawar menawar yang lumayan okay karena sering latihan di pasar Melawai atau Klender,  kami berhasil mendapatkan kebaya Rp90.000, selendang untuk pinggang Rp10.000, dan sarung Rp60.000. Mayan2, walaupun kemarin agak sepet-sepet karena kebaya hasil kebaya buruan saya ditebak Rp40.000 *huuhuhu kurang canggih nih rugi Rp.50.000.

Tapi seru, seru…

Blog EntryBlogging in English? in Indonesian?Jun 28, '08 8:49 AM
for everyone

Hhhh, dua hari yang lalu saya janji akan mulai blogging dalam bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan *serius betul memperluas jangkauan.

Halagh gimana mo go blogging sebener2nya wong setiap sebelum mempublish saya bengong dulu beberapa detik berhitung - apakah akan membatasi view "contact" atau blaar "everyone". Kalaupun sudah memilih "everyone", nggak jarang beberapa hari setelah itu saya mereview kembali seluruh postingan saya untuk mengedit "view".

Lalallaa


Blog EntryT4: training, trainingJun 25, '08 12:51 AM
for everyone

Yuhuuuu, ibu mbabbling mau cerita banyak sekali tetapi sayang harus tahan diri dulu karena dari Minggu sore kemarin training non stop gilaaaaaaaaaaa dan banyak tugas bacaan.

Tapi teuteup dong nggak tahan laporan pandang mata

Sarapan pagi saya di kampus mulai hari ini berlangsung di meja berkat mengikuti inisiatif beberapa orang. Menu sarapan pagi yang disediakan termasuk ringkas, seorang teman peserta dari Asia mengeluhkan kok nggak ada menu hangat dan kok kurang proper ya sarapan pagi.  Dipikir-pikir, gawat juga kalau sarapan terlalu lengkap, bisa-bisa ngantuk sepanjang training yang padat itu.

Menu saya setiap pagi nggak jauh-jauh dari jus botol, air putih, kopi hitam dengan gula ala diet *halaagh, kue donat ala rustic seperti dinding nggak diplester n cat alias bagel, krim keju, dan pisang atau buah2 lainnya.

Di jam-jam pertama training, asyiklah saya menyimak pembicara dan power point serta video sambil  termonyong-monyong mengunyah bagel dingin yang seperti ayam goreng ketuaan susah digigit.

Salam manis dari meja training saya di kota angin:) Udah ah ngantuk.


Blog EntryKalau ibu pergi lagiJun 18, '08 2:46 PM
for everyone
Akhir minggu ini saya akan berangkat lagi meninggalkan hubby, siMako, dan pekerjaan kantor. Well, training lalu lanjut ketemu dengan teman lama.

Idealnya sih karena akan menghilang selama dua mingguan lebih, si ibu ini perlu meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarga apalagi si kecil. Eh ternyata mimpi tinggal mimpi. Toge teuteuup pulang malam, saya pun demikian. Nggak asik bener. Akhirnya sejak Jumat kemarin, setiap sore menjelang malam siMako muncul di kantor menemani saya. Kalau ada tante n om yang baik meminjamkan komputer, dia akan asyik tejeng tejeng shoooooooooooot, sambil sebentar-sebentar minta salah satu tante and om yang dirasakan nganggur untuk membacakan direction dengan alasan "hurufnya kecil-kecil, tante atau om." note: thanks untuk tania, patria - eheh terutama patski yang terperangkap semalam jadi chaperonnya marco waktu saya terculik meeting di restoran sebelah selama hampir satu jam *eh lebih ya?

Beberapa teman menanyakan apakah saya sudah sosialisasi kepergian saya dan gimana reaksi siMako. Yaelah, harusnya sih aman ya karena akhir tahun lalu pun dia sudah saya tinggal dua minggu nonstop. Lumayan sukses walaupun pake acara kesel juga karena dengan nggak pentingnya hubby melapor lewat telepon, "Eh, eh, siMako nggak nyariin kamu lho." Iiiiiiiiiiiih.

Berhubung yang pergi ibu2, segala printilan untuk kelancaran kehidupan lahir dan batin domestik harus dicicil pelan-pelan. Ini termasuk printilan, gak cuma yang strategis aja *seperti layaknya oleh para Bapak diclaim sebagai wilayah mereka. Helicopter viewing, urusan tetek bengek urusan spouse dong walaupun mereka juga banting tulang kerja di luar rumah.

Yang pertama jadi perhatian saya adalah soal belanja bulanan. Sejak jutek dengan Carrefour saya beberapa bulan ini merapat ke Makro. Berhubung mesti belanja dalam jumlah lebih banyak per item; sistem inventory domestik harus canggih walaupun ngapain juga computerized, tetapi tetap manual corat-coret di kertas scrap. Kalau nggak hati-hati tiba-tiba aja lemari barang surplus sabun lah, pembersih kaca lah, eh tapi minus pengharum baju setrikaan. Yang ada, tergopoh-gopoh lah kami ke warung Ngkoh dekat rumah setelah dapat protes dari mbak cuci setrika harian kami. Jadi mulai kemarin saya sudah nyicil cheat sheet daftar barangan untuk hubby dengan disclaimer JANGAN BELI BARANG2 BERIKUT KARENA PERSEDIAAN MASIH ADA ATAU NGGAK PERLU-PERLU AMAT LAH! AWAS LHO, JANGAN KASIH MARCO SUSU KOTAK COKLAT N YANG BERGULA-GULA. Capital dan bold. Panjang yak. Tapi kalau nggak gitu berabe soalnya jadi suka beli yang aneh-aneh.

Terus pagi tadi saya sudah tempel kertas besar di kulkas dengan tulisan, sama dong besar-besar dan tebal. SI MAKO NGGAK BOLEH BERKOMPUTER KALAU NGGAK ADA YANG MENEMANI. Kemarin hubby tanya sama saya, "Emang Mako nggak boleh online game kalau nggak ada kita? Dia tadi ngadu ke aku kalau nggak nurut, katanya komputer dijual." Hlaaggh, distorsi pesan, kalau larangan nggak boleh online sendiri saya inget, klo soal ancaman nanti akan jual komputer perasaan bukan tante, deh.

Ya sudah, see what will happen. Semoga semua berjalan dengan lancar, siMako sehat, si hubby juga tetap sehat, saya apalagi.

Blog EntryJust another manic monday Jun 2, '08 8:15 AM
for everyone

Another manic monday i guess  n semoga bukan masalah kejiwaan.

Awal hari ini terhitung bencana karena ponsel saya terblokir thanks to kegagalan otodebet. Waktu saya mencoba transfer via internet sebelum cabut ke kantor; eh jadi ragu-ragu dan terheran-heran melihat billing yang menggunung. Setelah telpon 111 barulah saya ketahui ternyata kebegoan itu terjadi berkat si pintar sistem di Telkomsel yang menyueki pembayaran yang saya lakukan setelah deadline )@(*#)(@*#(). Berhubung saya nggak rela memberikan uang lebih ke Telkomsel; saya terpaksa merubah rencana rute pagi dengan singgah ke Grapari yang baru buka jam 08.30 itu.

Akhirnya dengan tersipu-sipu malu dan sedikit judes biar disangka orang penting, saya meminjam ponsel Basirin. Tapi kok ia ikutan pun tersipu-sipu . Oh halaaggh rupanya hanya punya pulsa Rp1.000. Mana saya tinggal di pinggiran kota sehingga susah mencari kios penjual pulsa. Jadi akhirnya saya cuma berhasil mengesms tiga orang tentang situasi memalukan ini. Cellphone blocked? *rrrrrrrgh!!!

Di tengah jalan, rencana ke Grapari pun berubah dan saya memutuskan ke kantor dulu membuka email dan halo-halo ke teman sekampung sebelum menghilang sebentar. Alhasil setelah hampir 30 menit di kantor dan blah2 masuk email dari HRD dengan tulisan "judski akan datang terlambat". Buaaaaaaah!!! Saya lupa meralat keterlambatan saya ke Agnes. Ketika tergopoh-gopoh ke elevator bersiap-siap turun, karet sol sepatu kiri copot dengan gemilang. Ya nggak sesol-sol amat sih, hanya si kotak kecil 1 cm itu. Tapi kan tetep kesel

Di Wisma Mulia itu pun ada aja yang bikin kesel terutama selalu muncul satpam setiap dua meter menanyakan saya mau kemana. Grapari, Pak. Grapari, Pak. Grapari lewat mana, Pak? Saya sudah lelah. Mereka toh juga cuma menjalankan tugas tapi terpaksalah mereka jadi korban belalakan mata dan muka keruh saya. Sorry, ya Pam. Mbak-mbak penjaga toilet juga kena pelototan saya gara-gara asyik berkicau dengan ramainya dengan gayanya pakai baju seragam pakai apron segala *hmm mereka pakai topi gak ya n bawa kemoceng mini? Maaf ya tadi saya melotot. You know, it’s Monday n mereka mblokir telp saya

Untung semua berjalan dengan baik di Grapari – ya tentu dengan protes soal sistem mereka yang cerdas itu lah. Senyum mbak warung kopi di gedung sebelah selatan Menara Mulia juga menyejukkan. Glek2 sekali dua teguk habislah si kopi dingin. Huah, lupa gula pula, maaf ya Basirin harus terkena usir - oleh siapa lagi kalau bukan si PamSatpam sewaktu saya lari-lari kembali ke kedai dengan sol sepatu rusak menjemput gula cair. Mbak yang di Stop n Go Plaza Senayan juga gak bikin masalah. Iya, akhirnya ke PS, saya ngalah sama pak Basirin kali ini dalam menentukan rute.

Haaah ½ hari saya terbuang percuma. Untung telecon dengan kantor regional jam 11 batal. Selanjutnya, meeting budget sambil makan siang bakmi GM, es kue bawaan babe besar, dan sekotak teh botol juga berhasil menenangkan hati saya. Tenaga pun terkumpul kembali walaupun segera surut setelah mendapat telepon-telepon gila berikutnya ya dari internal maupun eksternal. Alhasil jam setengah lima saya cuma bisa menampilkan wajah kosong ketika diculik Rach n Bu Digital ke cafe kantor membahas rencana enam bulanan dua tim kami walaupun sudah dapat doping sebutir apel, seporsi pisang bakar keju kiriman es teler 77, dan secangkir kopi susu buatan bu Bani. Matapun terpaksa melek lagi mendapat serangan email dari kantor klien. Hyaaat!! Hyaaaaaaaaaaat! Mana? Mana?

Jadi, perkenalkan, perkenalkan nama saya Judski "the damage control specialist" internally n externally *sigh. Ini julukan hadiah mantan roomy. Well nggak apa juga sih ya jadi saya nggak terlalu fokus dengan masalah jeroan nan bikin njelimet hati di rumah. 

Hhh, semoga besok lebih indah:)


Blog EntryWiken berdua, breast pump, n speed racer May 10, '08 1:53 PM
for everyone
Hubby pergi lagi. Kali ini ke Bali . Jadi wiken ini saya berdua aja dengan siMako. Sepanjang hari kami leyeh-leyeh di kamar. Tempat tidur penuh dengan mainan tentara plastik. Yaaaa, nggak apa deh kali ini. Biasanya saya berisik kalau tempat tidur ganti fungsi.

Tadinya saya kepingin mijit di spa yang baru buka dekat rumah yang tinggal jalan kaki. Namanya aneh, ano's spa. Fontnya juga aneh. Kepingin usul ganti deh. Tapi kok males bergerak. Lalu menjelang siang saya dapat telpon dari Reta ipar saya yang sedang nunggu hari. Rupanya Reta sudah masuk RS. Sudah bukaan dua katanya. Berhubung nggak enak menjadi saksi kenikmatan orang yang kesakitan menjelang melahirkan, saya nggak berniat untuk ikutan mensupport di RS. Atau gimana kalau ke ITC nyari breast pump buat si ibu ini? Tapi sayangnya, soal breast pump saya bener2 zero, karena jaman si siMako ASI dulu saya bebas pompa buatan. Berkat les di RS Carolus saya mengandalkan tangan. Ya tentung saya segera ke mbah google dan konsultasi via sms beberapa teman. Vida jelas pro peras tangan. Jadi jawabannya nggak tahu. Kalau Uke, setengah-setengah, antare pro tangan dan pro alat pembantu. Makanya ia sarankan yang manual aja biar sekalian latihan. Kalo Dayce rekomendasi Medela listrik. Waks bingung mendengarkan pendapat berbeda dari tiga orang yang masuk dalam daftar patut didengar. Cek2 per telepon, barang2 itu tersedia di Suzanna dan Wiwi Zaza, walaupun harga di toko terakhir ini lebih murah 100 - 150 ribu baik yang manual n listrik. Jadi siap-siap dong? Ah, tapi ya itulaah, males mandi dan cari parkir di ITC Kuningan/Ambassador. Jadi batal berangkat dong.

Menjelang maghrib, tobski kasih ide nonton "Speed Racer". Tobski itu eks guru jadi waktu dia bilang film itu pantes untuk sikecil Marco saya percaya2 aja. Berhubung sudah menjelang waktu pertunjukkan sehingga harus buru2 mengejar tempat duduk - soalnya rumah jauh neeek,  makanya saya cuma sempat minta petunjuk Misty yang kebetulan lagi online. Tapi rupanya supplier bedak saya ini juga belum bisa kasih rekomendasi karena baru berencana nonton bareng si Blacky Doet n Doel.

Setelah berberes2 berangkat deh kami. Setiba di sinema baru dong saya sms Toge, ""eh, kita kan lagi nonton." Untung saya dapet parkir di lantai atas jadi tinggal lari2 kecil mengejar boks tiket yang lumayan ngantri. Untung antrian untuk bayar kas nggak panjang dan untung kami berdua masih dapat tempat - walaupun dua baris dari depan

Saya rasa sih untuk level Blacky Doet yang sudah agak besaran, film ini cocoklah ditonton, asalkan ayah ibunya cermat buka mata n kuping lebar-lebar selama film. Siap-siap menjelaskan kalau ada yang nggak layak buat seumuran mereka. Yang jelas ini bukan tontonan anak lima tahun seperti Mako walaupun tergolong drama keluarga n PG. Beberapa adegan sempat bikin saya deg-degan, seperti waktu Spritle masuk lift dan menunjukkan jari tengah ke tokoh antagonis. Walaupun nggak sampai satu detik, sebioskop ngakak. Akibatnya Mako penasaran dan mengulang-ngulang adegan itu supaya saya ketawa. Untung si Mako nggak ngerti, jadi dia pakai jari telunjuk bukan tengah. Bagus deh. *phew. Lalu banyak adegan perkelahian dengan darah *well he seemed to enjoy it thanks to ben ten, transformer endeswei. Klo adegan ciuman sih saya nggak masalah deh toh Mako suka mencium dan tercium orang-orang terdekatnya. Lagipula, toh ciuman itu kemudian gak pernah berhasil kejadian karena selalu ada yang ganggu.

SiMako terpesona sampai heboh teriak-teriak dengan kilatan gambar campur sari dengan animasi dan ketegangan sepanjang balapan mobil yang mendominasi sepanjang film. Ya iyalah udah speed, racer pula. Nggak dalam sekali sih reviewnya

Yah, namanya juga manusia, suka salah suka bener. Jadi malam ini kesimpulannya saya salah pilih pelem. Lain kali memang mesti nyembah ke mbah nggoogle. Ah, satu lagi, misty n tobski, belum bisa masuk list tukang kompor film saya :)

Blog EntryReplika piala, wisuda, dan soal koordinasi May 10, '08 1:19 AM
for everyone
Suatu sore, guru TK siMako telepon saya. Wah dag dig dug, urusan apa ya?

Pusing dong pusing. Apalagi saya lagi sibuk cari posisi merunduk biar nggak benjol kena lemparan proposal yang sudah bolak-balik kok nggak bener2, lalu harus mengipasi Patski dan Bundski yang heboh mendadak sontak jadi "strategic travel agency" krn jadi ngurusin admin seputar trip lumayan besar ke dua kerajaan di Benelux lalu Perancis n waaaaaaaaaaaks belakangan Jerman. Ihiks, kalau nggak males ngebayangin nyari - karena jarangnya traveling jauh - lungsuran kostum 14 derajat, saya mah pingiiin haduuuh Paris, Paris, here I am:) still remember me? Ah, ah. Eh, lalu, lalu, back to kehebohan kantor eh, salah, kembali ke soal telepon dari guru.


Rupanya si ibu guru mau menindaklanjuti penawaran replika piala seharga Rp 150.000 dari sekolah untuk siMako dan teman-teman yang beberapa waktu lalu juara dua lomba marching band. Saya jawab tidak. Siangnya memang Iis juga ngetext saya cari tahu apakah saya akan beli. Saya tentu dong jawab tidak. Iis tuh teman sma sekaligus kos di Cempaka Depok sana dan eeeeeeeeeeh anaknya Christopher sekarang satu sekolah dengan Marco.

Sewaktu menjelang hari kompetisi saya diperintahkan membayar seragam marching band yang cihuy dan keren itu, saya mah hayuuukkk. Nggak, saya nggak protes kenapa mereka nggak ngasih tahu dari awal bahwa akan the blah blah n the blah blah selayaknya hak dan kewajiban dalam UU Konsumen. Saya pikir ya sudaaah, nggak apa deeh. Tapi kalau sampai harus ikutan beli replika piala, dududud, bentaaar, bentaar, ini tren aneh nih jualan replika piala rame2. *yiaiyyyyyyyyyyy kebayang aja di kepala saya wajah 30an anak dengan kebanggaan semu nyimpen piala tiruan seharga ratusan ribu per unit.

Anak-anak tentu senang dan bangga bisa memajang piala di kamar atau ruang tamu. Ngerti sih ngerti, bahwa piala bisa mendorong rasa percaya diri anak. Tetapi apakah caranya dengan berdagang replika piala, saya kok agak ragu.

Kebayang aja kalau dulu ibu saya cihuy mengkopi piala kejuaraan-kejuaraan barengan yang saya ikuti dulu ya, juara tiga lomba gerak jalan sejaktim, juara satu vokal group sewalikota, juara apa lagi ya? Lalala, agak susah mengingat padahal nggak sering juga saya juara dan jangan-jangan cuma itu deh piala yang saya peroleh. Itu pun rame-rame. Memangnya piala-piala tiruan itu pantas saya wariskan ke Marco untuk disimpan dengan baik  - siapa tahu ribuan tahun lagi jadi bahan penelitian arkeolog UI? Halaaghh.

SiMako mungkin akan mempertanyakan keputusan ibunya itu yang terkesan sok tahu dan nggak kepingin sama dengan yang lain. Well, semoga sih dia nggak sulit-sulit amat ya mengerti. Sama seperti ibu saya yang mempertanyakan kenapa saya nggak pernah sekalipun mau ikutan wisuda ini itu. Males tahu, apalagi setelah membaca harus beli toga sekian ratus, harus beli tiket masuk balairung minimum berapa lembar, harus bayar foto (eh ini saya lupa2 inget). Kalau nggak, ya nanti saya tahan ijazah kamu. Idiih, siapa takut? *yang terakhir ini saya cuma pegang surat tanda lulus versi Indonesia n Inggris - weeek! biarin aja. Bagi saya, sudah cukup berkebaya rame-rame dengan teman seangkatan -  yang pria dengan teluk belanga - dan berbondong-bondong dinner dengan dosen dan beberapa alumni di rumah dubes perancis yang kemudian membagikan kepada kami satu-satu ijasah titipan sambil cengengesan foto-foto :) Hmm, bayar nggak ya waktu itu? Sepertinya nggak, deh.

Eniwei....

Back to, sampai di mana tadi? WHAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTT THE * F[priiiiiiiiiiiiiiit]???? WHAT DID SHE DO??????? okay, saya mesti perang email dulu dengan seseorang yang kok aneh bin ajaib sedikit susah mengerti yang namanya kerja rame-rame, otoritas, copy email, keep everybody in the loop, check n recheck, reconfirm if not sure. Be rite back.

*image courtesy of getty images *maaf saya crop soalinya itu piala baseball *gak penting kan


Blog EntryIt's all just about the birthday cake May 8, '08 1:23 PM
for everyone

Kamis kemarin Marco tiup lilin bersama teman-teman sekelas + tetangga kelas yang kebetulan masih berkeliaran pagi itu setelah ekskul renang.

Ini nih pertama kalinya saya ikutan acara tiup lilin di sekolah. Waktu ultah ketiga dan keempat Toge yang bisa hadir. Sebeneurnya workload di kantor sedang gila. Tetapi untung saya dapat okay dari teman2 boleh menghilang beberapa jam di tengah2 kehebohan menjelang media briefing kamis sore de el el untuk klien tuuuuttt *yaaaah nggak bisa mamer deh!

Mako hari itu membagikan goody bags. Biasanya kami membagikan kantong berisi makanan yang walaupun nggak sampai menyewa konsultan gizi, insyaallah mengandung nutrisi yang aman Tahun ini goody bags berisi suvenir. Hitung2 balas budi karena sudah sering menerima. Isinya nggak macem2, 1 item termos stainless steel hasil buruan di pasar pagi asemka, cupcakes buatan Yuli, n milkshake produksi kantor hubby.

Yang jadi highlight of the day adalah kue ultah buatan Lily Dewata yang langsung dikirim ke sekolah per kurir. Nggak nyangka kue berukuran sedang-sedang aja itu ternyata sangat mendapat sambutan dari Mako. Begitu terkejut dan hebohnya sampai-sampai dia asik menginspeksi gambar2 karya mbak Lily di pinggiran kue. Teman-teman Mako juga senang tampaknya. Tetapi saya tidak bisa berlama-lama di sekolah dan harus segera pergi setelah membagikan potongan kue. Jadi nggak sempat memberikan laporan pandangan mata apakah anak2 suka dengan kuenya. Kata mba Ti sih ludes. Ya, syukurlah


Marco heboh kedatangan ayah ibunya
 

Semua kehidupan hari ini terpusat pada kue tart, lalu... kado tentunya


Can't take his eyes off the cake   
and the three aliens



Yak, lalu setelah ini apa lagi?


Tiup lilin! Make a wish! Wiiiizzz


Ayo group photo, guys?
hello? it's just a birthday cake, come on!


Kameranya di sana, tuuuhh.... di sana....


Yak, pose yang benar.


Dengan bapak dan mama.

Dengan mbak Ti juga

Done. Habis ini buka kadooo. Tetapi karena ibu ayahnya pulang malam, Mako buka kado ditemani kakek, nenek, dan tantenya di rumah :)

Blog EntrySoal perlalulintasan May 7, '08 3:31 AM
for everyone

Beberapa kali Toge pernah bikin statement dengan sotoynya bahwa perilaku berlalu lintas penduduk Jakarta Selatan lebih beradab ketimbang Jakarta Timur. Sebagai thejakartatimurian, saya keki juga mendengar komen ”ngeremehin” dari orang yang nggak ada bedanya dengan saya, thejakartatimurian juga.

Hari ini saya memasuki minggu kedua ngantor di gedung baru. Rute jelas berubah dong. Dari yang tancap gas nggak pernah kurang dari 100km/jam bertol lingkar luar lalu masuk ampera trus pret sampai di gedung kantor di kemang, sekarang saya banting arah harus menyusuri perlahan-lahan jatinegara, stasiun manggarai, pasaraya, lalu menyusuri kali Ciliwung manggarai. Paling apes bisa hampir satu jam waktu habis di situ. Tapi, biasanya penderitaan berakhir di ujung jalan menjelang masuk Jl. Jend. Sudirman. Begitu masuk ke jalan protokol, langsung deeeh wuiiiiiiiiiiiing nggak ada lima menit sudah di Adityawarman.

Nah Senin kemarin saya dan teman semobil ngakak habis karena ulah ibu yang ujug2 memutuskan nyebrang di tikungan serba riweh menjelang Jl. Senopati dan Jl Patimura dari arah Jl. Sudirman. Sumpe deh muka si ibu sangat penuh kharisma sampai-sampai para pengendara termasuk Basirin dan romjaktim terhipnotis nurut ngerem dengan halus lalu nunggu sampai si ibu sampai di seberang jalan. Meringis minta maaf juga nggak euy. Asli lempeng.

Tadi pagi kejadian lagi. Pas menjelang lampu merah perempatan Trunojoyo – pas depan Mabes Polri pula. Eh tiba2 di depan kami jebrag pintu kiri kijang terbuka padahal posisi mobil di ruas tengah jalur cepat. Seorang – again n again n again – ibu dengan muka lempeng turun. Sementara di ruas kiri tuh masih berlewatan mobil yang nggak perlu ikutan berlampu merah karena bisa belok kiri langsung

Jangan-jangan ini karena kebanyakan orang jaktim ngantor di jaksel yak ?

 


Blog EntryTetangga PLN ternyata nggak imun mati lampu May 4, '08 7:27 AM
for everyone
Yaelah, belum juga hitungan lima jari berkantor di gedung baru, saya dan dua teman yang bertahan sampai jam2 kecil di kantor Jumat kemarin terkena pemadaman lampu. Tiga kali pula.

Tadinya saya pikir ini ulah pengelola gedung. Eh, ternyata searea itu memang mati lampu, nggak tau apakah meluas sekecamatan. Masalahnya gedung kantor saya bertetanggaan dengan kantor pusat PLN. Dan waktu kejadian lalu saya intip lewat jendela, seberang sana gelap gulita juga walaupun tentu para penghuninya sudah lelap di rumah masing-masing kalau nggak karaokean.

Norak benerrrrrrrrrrrrrrrr PLN kita.


Pages:12345
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help