Blog EntryKisah dari Bali Jul 14, '08 2:59 AM
for everyone
Belum banyak cerita yang bisa saya bagi tentang pelebon (acara ngaben khusus bagi kalangan raja),  setidak2nya saat ini karena masih heboh dengan printilan kerjaan.

Satu hal, seru juga merasakan kerja dengan berkebaya TANPA korset yang proper sebagaimana yang diajarkan oleh para ibu kami. Kain pun tidak perlu sampai mata kaki alias setengah tiang untuk memudahkan kami jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain termasuk naik turun tangga karena media center kami terletak di lantai dua. Nggak perlu pakai selop ala resepsi pernikahan. Sandal saja.

Tempat kerja kami terletak berdepan-depanan dengan warung kopi. Jadi kalau mau strategizing atau ngebitchying pihak luar yang berseliweran dengan baik dan benar, kami melipir ke Ary's Warung. Lalu di sana ngapain, duduk bengong sambil meluruskan kaki yang lumayan pegal melihat orang berlalu-lalang di trotoar. Sesekali teringat kalau ke situ untuk planning bukan bengonging. Kebayang lucu juga ya ibu2 riungan pakai kebaya minum cocktail hihi.

Kenapa pula mesti pakai kebaya? Soalnya sewaktu-waktu saya dan teman-teman bisa saja dapat panggilan ke puri (istana, ehm, palace - ehm we're dealing with the royal family lhoo) dari pak Tjok Kerthyasa. Beliau adalah pemimpin masyarakat Ubud hence considerd raja nan ganteng. *ihiks anak rajanya juga ganteng namun sangat conscious dengan kamera sehingga cerdas sekali alhasil kami para fotografer dadakan dan malu-malu nggak pernah berhasil mencuri-curi angle yang tepat untuk dipamerkan ke teman-teman di Jakarta. Mungkin ini karena dia fotografer kali ya? *halaagh gak penting sekali.

Hari pertama tiba di Ubud, kami langsung jalan kaki ke Pasar Ubud berburu kostum. Yep, nggak pakai angkot atau ojeg. Wong cuma beda satu blok. Cynthia yang menemani kami, kebetulan dia sudah beberapa hari lebih dulu di sini. Akibatnya sudah seperti orang Bali berkebaya terus.

Dengan kemampuan tawar menawar yang lumayan okay karena sering latihan di pasar Melawai atau Klender,  kami berhasil mendapatkan kebaya Rp90.000, selendang untuk pinggang Rp10.000, dan sarung Rp60.000. Mayan2, walaupun kemarin agak sepet-sepet karena kebaya hasil kebaya buruan saya ditebak Rp40.000 *huuhuhu kurang canggih nih rugi Rp.50.000.

Tapi seru, seru…

daylights wrote on Jul 14
*ihiks anak rajanya juga ganteng namun sangat conscious dengan kamera sehingga cerdas sekali alhasil kami para fotografer dadakan nggak pernah berhasil mengambil angle yang tepat untuk dipamerkan ke teman-teman di Jakarta. Mungkin ini karena dia fotografer kali ya? *halaagh gak penting sekali.
betul sekali. entah kenapa sepertinya dia tau aja gitu kalo salah satu dari kita pengen motret dia yang sangat ganteng dan indah sekali dilihat itu [banyakan bulenya daripada bali-nya ya?].langsung meleng kemana gitu, ato nunduk, ato ngapain. tapi gayanya yang sederhana dan cool sekali itu bener2 ok top banget deh.
daylights wrote on Jul 14
kebaya Rp90.000,
gw sih dapet 80 ribu dan 75 ribu.
lifetraveller wrote on Jul 14
langsung meleng kemana gitu, ato nunduk, ato ngapain.
oh...tak pikir dia langsung bergaya gitu...:b
rereregina wrote on Jul 14
Jud, kaya'nya kerjaan lo enak bgt sih?! Jalan2 mulu'...:D
kudanmarco wrote on Jul 15
hehehe. masa sih? biasanya kalau di awal2 sangat excited, lama2 lempeng2 saja
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help